Jumat, 11 Maret 2016

#Essay Peningkatan Citra Daya Saing Pemuda Sebagai Tonggak Inovasi dan Kedigdayaan Indonesia dalam Menghadapi MEA 2015


"karangan essay dari  Shandy Kembara Patria Dewata ,M. Roisul Basyar, dan Intan jauharul maknum yang pernah diperlombakan di Universitas Brawijaya Malang"

 peningkatan daya saing pemuda Indonesia yg sebenarnya sangatlah penting dalam menghadapi MEA. Karena persaingan yang semakin tinggi ini akan membuat negara yang tidak mampu bersaing akan tertinggal. Indonesia perlu sedikit belajar dari Korea Selatan yang sekarang kemajuannya sangat pesat untuk dijadikan strategi peningkatan kedigdayaan pemuda Indonesia.

untuk baca essay nya bisa langsung  download di sini

#Essay Pentingnya Penerapan Unsur Pembelajaran Kearifan Lokal Guna Menyongsong Kedigdayaan Generasi Emas 2045

"essay ini di tulis oleh Shandy Kembara Patria Dewata dan Intan Jauharul Maknum.yang pernah diikut lombakan  di UNS (Universitas Negri Sebelas Maret)"

Negara Indonesia dikategorikan sebagai negara berkembang oleh The World Bank. Hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki berbagai masalah yang lebih banyak ketimbang negara-negara maju, salah satunya adalah masalah kependudukan. Didalamnya terdapat enam masalah kompleks, antara lain laju pertumbuhan dan jumlah penduduk relatif tinggi, persebaran penduduk tidak merata, tingginya angka beban tanggungan, kualitas penduduk relatif rendah, angka kemiskinan dan pengangguran relatif tinggi, serta rendahnya pendapatan per-kapita. Di dalam Negara Berkembang seperti Indonesia ada beberapa faktor yang sangat dibutuhkan agar dapat menjadi Negara Maju. 

(untuk baca selengkapnya bisa download essay nya dalam bentuk pdf)

Kesimpulan FGD #4 Dilema Tayangan Acara TV Di Indonesia





Untuk kesimpulan FGD #4 tentang dilema tayangan acara tv di Indonesia adalah Bahwasanya memang benar, kejadian kegamangan tayangan televisi di Indonesia itu tidak bisa kita limpahkan ke salah satu pihak dan ada beberapa kalangan yang sudah terlibat didalamnya. Yaitu :

1.      Pemerintah, dia juga harus pro membuat suatu kebijakan kebijakan untuk bisa mencerdaskan kehidupan bangsa baik melalui tayangan televisi Indonesia

2.      DPR, karena DPR memiliki badan legislasi, ia memiliki tugas legislative untuk membuat suatu undang undang yang bisa diterjemahkan  dan bisa sebagai pengawas pers

3.      Masyarakat, yang mana masyarakat memiliki beberapat bagian lagi yakni kalangan masyarakat  yang paling bawah adalah masyarakat penikmat atau konsumsi, ke dua masyarakat intelektualitas seperti kita mahasiswa dan yang ketiga adalah komunitas komunitas yang ada di masyarakat termasuk salah satu nya yang seperti KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) , AJI (Aliansi Jurnalis Independen), Lembaga Sosial Indonesia.

Sehingga solusi dari pemateri adalah kita harus kalam media tayangan di Indonesia. Meskipun media itu menghasilkan banyak keterbukaan tenaga kerja, meningkatkan ekonomi  pemerintah, dan ada hiburan hiburan yang dibutuhkan oleh anak anak muda zaman sekarang ini, itu harus seimbang. Sehingga perlu adanya kita :

1.      Memaksimalkan lembaga lembaga yang memang berperan disana (pemerintah, DPR, KPI, AJI dan lain sebagainya ) Dan mesti tegas, kalau tidak cocok tayang yah jangan di tayangkan tapi kalau Indonesia memilih untuk di tayangkan?( Pake solusi ke 2)

2.      Meningkatkan budaya literasi atau penyaringan pesan di media.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah dengan cara kita Sebagai mahasiswa kita melakukan kegiatan yang memang mengamalkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
a. Pendidikan dan pengajaran 
b. penelitian 
c. dan pengabdian  masyarakat

pada ketiga ini kita harus benar benar memfokuskan pada meningkatkan kecerdasa kehidupan bangsa  yang sudah diamanatkan.

satu kutipan dari pemateri:
" Pers adalah perpanjangan tangan dan perluasan jangkauan  manusia. Jadi kita lah yang memutuskan. Media itu mau dibawa kemana"


Rabu, 09 Maret 2016

FGD #4 Dilema Tayangan Acara TV Di Indonesia




Dilema Tayangan Acara TV Di Indonesia

Deskripsi masalah :
  
     Acara Televisi di Indonesia semakin bervariasi. Jika dahulu acara paling favorit adalah acara-acara kuis, sinetron, dan siaran langsung sepakbola, maka saat ini ada berbagai pilihan acara televisi yang fresh dan inovatif.
   Ada berbagai macam hal yang bisa dieksplor dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat di Indonesia. Salah satu acara reality show yang menarik di salah satu stasiun TV, mengangkat kisah kehidupan masyarakat dari lapisan bawah yang bisa membuka mata kita bahwa ada banyak orang yang sebenarnya hidup dalam kesulitan.
    Dalam tayangan tersebut dikisahkan bagaimana orang yang hidup serba mapan dan nyaman di kota, bisa ikut merasakan seperti apa beratnya kehidupan.
     Acara televisi seperti ini bisa memberikan nilai moral dan pelajaran yang berharga.
    Namun tak jarang pula banyak tayangan acara telivisi di Indonesia yang kurang inovatif dan menimbulkan banyak kontroversi seperti yang telah kita ketahui.
   Sekarang ini banyak sinetron di Indonesia yang memberikan persepsi negative terhadap masyarakat Indonesia khusunya anak-anak.
    Sebut saja : anak jalanan. Sinetron ini menyajikan sebuah alur cerita yang dibumbui roman juga konflik-konflik internal antar geng motor.
   Tak berhenti di situ pula banyak hal-hal sentimental yang intinya membrikan sebuah pemahaman yang keliru tentang masa remaja. Belum lagi pertengkaran dan perkelahian yang di tontonkan di sinetron ini, secara tidak langsung memberikan anggapan bahwasanya perkelahian atau pertengkkaran akan menyelesaikan suatu permasalahan.
     Sebagaimana kita tahu  televisi lokal memang menjadi kekuatan untuk menggerakkan laju perekonomian dan khazanah budaya Lokal .
    Modal idealisme seharusnya lebih teguh di bandingkan dengan niatan komersial. Ini memang sulit , tapi pasti  bisa  untuk di lakukan jika memang berniat.
    Seperti televisi yang sifatnya nasional ,televisi lokalpun butuh asupan dana  dan ini merupakan masalah klise. Menjamin keberlangsungan televisi  adalah tantangan yang tidak bisa di elakkan bagi seluruh televisi baik lokal maupun nasional.
     Persaingan ini akan bertemu pada peperangan bisnis media yang sangat berpengaruh dan kita tau seolah saling mengancam. Pada akhirnya , media televisi lokal yang besifat audio visual dengan  rating tinggi namun bersifat negative  menginspirasi perilaku sebagian orang, anak-anak, dan dewasa.
   Salah satu contoh adalah seorang anak yang meninggal gara-gara mempraktikan praktik adegan smackdown, kemudian maraknya pelecehan seksual akibat sering melihat tontonan vulgar di kota ajaib itu, film percintaan dan lain sebagainya .
Pertanyaan:
1.     Dari deskripsi masalah di atas apakah KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)  sudah memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat Indonesia mengenai tayangan di indonesia?
2.     Apa dampak negatif yang akan di rasakan baik secara langsung maupun tidak langsung bagi kita, selaku penikmat acara tayangan TV?
3.     Dari tinjauan di atas apakah kita sebagai mahasiswa dirasa perlu menggerakkan budaya literasi demi mewujudkan sebuah tayangan yang edukatif?


download materi disini