Jumat, 22 Juli 2016

Laut Indonesia Dalam Krisis


Laut Indonesia adalah pusat penting keanekaragaman hayati laut dunia sekaligus tempat penangkapan ikan sangat berharga yang menyediakan makanan dan mata pencaharian untuk jutaan orang.

Untuk memastikannya terus terjaga untuk generasi mendatang adalah dengan memulihkan kondisi dan melindungi ekosistem laut, serta pada saat yang sama juga membatasi IUU fishing dan overfishing

Kampanye Kelautan
Greenpeace Indonesia

Kampanye Kelautan Greenpeace di Indonesia bertujuan untuk menggerakkan dan mendukung terwujudnya solidaritas, keadilan, keberlanjutan dan teladan perikanan, pengelolaan jejaring kawasan konservasi laut yang efektif.

Serta memastikan berakhirnya setiap praktek penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan yang mengancam keberlangsungan mata pencaharian masyarakat lokal, kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati laut.

Secara global, Greenpeace berkampanye melindungi lautan dengan menyerukan:
- reformasi perikanan dan penegakkan hukum di setiap tingkatan pengelolaan perikanan,
- mengakhiri penangkapan ikan berlebihan,
- mengusulkan reservasi laut di perairan internasional,
- dan melindungi spesies langka seperti penyu, dugong, paus, hiu dan lumba-lumba.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar berperan besar dalam menyuarakan dan memberikan solusi untuk memperkuat inisiatif regional dan global demi pengelolaan sumberdaya laut dunia yang bertanggung jawab dan
berkelanjutan,

serta perlindungan keanekaragaman hayati. Di asia tenggara , secara politis dan geografis Indonesia memiliki posisi tawar strategis untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya perikanan serta memimpin perubahan untuk membangun dan memberdayakan inisiatif regional dan global dalam menanggulangi, memerangi dan menghilangkan IUU Fishing di
kawasan ini.
Peran proaktif Indonesia dalam mempromosikan dan memperkuat solusi mengatasi dan kelebihan kapasitas, penangkapan ikan merusak, pertambangan, polusi dan dampak perubahan iklim terhadap lautan, sangat besar dan penting.
Peran ini sejalan dengan semangat konstitusional Indonesia yang mengambil
partisipasi aktif dalam menciptakan tatanan dunia (dalam harmoni dan keseimbangan) berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Pemerintah dan masyarakat Indonesia harus mengakui kekuatan bekerja sama dengan mempromosikan visi bersama perlindungan laut.

Visi Indonesia 2025 menyatakan bahwa "Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil Dan Makmur" sebagaimana termaktub pada UU No 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang -Nasional, harus menjadi landasan dan kesempatan untuk meningkatkan komitmen pemerintah, serta memunculkan perhatian dan partisipasi semua pihak untuk memulihkan kondisi laut dari
krisis yang terjadi saat ini.

Karena itu, sebagai bagian dari mewujudkan Visi Indonesia 2025, Greenpeace bersama segenap pemangku kepentingan mendeklarasikan “Visi Bersama Untuk Laut Indonesia 2025.”


baca selengkapnya 

Selasa, 10 Mei 2016

#ESSAY Kurikulum Berbasis Agraria Dan Maritim



"Essay karangan dari Elka Dwi Destriawan jurusan ilmu komunikasi"
 Pendidikan sangat penting menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) karena dalam persaingan antar negara tidak bisa di kelahkan ini akan berimbas dalam Negara yang kurang bersaing akan semakin terpuruk dalam persaingan antar Negara justru sebaliknya Negara yang mampu bersaing akan naik dan menguasai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Indonesia harus berevolusi lagi dalam bidang pendidikan dan harusnya Indonesia harus lebih banyak belajar dari Finlandia yang system pendidikannya sangat berkembang pesat untuk strategi dalam mengembangkan sistem pendidikan Indonesia supaya lebih berkembang lagi. 

Dalam hal ini kurikulum pendidikan berbasis agrarian dan maritime salah satu alternative untuk mengembangkan system pendidikan Indonesia yang lebih baik kurikulum yang berorintasi kepada industry akan tidak mencetak lulusan kurang mempunyai skill, etos keja yang baik, kompetitif, produktif, memiliki daya saing, dan wirausahawan yang gigih.


untuk dapat mendownload essay nya silahkan klik di sini

Jumat, 11 Maret 2016

#Essay Peningkatan Citra Daya Saing Pemuda Sebagai Tonggak Inovasi dan Kedigdayaan Indonesia dalam Menghadapi MEA 2015


"karangan essay dari  Shandy Kembara Patria Dewata ,M. Roisul Basyar, dan Intan jauharul maknum yang pernah diperlombakan di Universitas Brawijaya Malang"

 peningkatan daya saing pemuda Indonesia yg sebenarnya sangatlah penting dalam menghadapi MEA. Karena persaingan yang semakin tinggi ini akan membuat negara yang tidak mampu bersaing akan tertinggal. Indonesia perlu sedikit belajar dari Korea Selatan yang sekarang kemajuannya sangat pesat untuk dijadikan strategi peningkatan kedigdayaan pemuda Indonesia.

untuk baca essay nya bisa langsung  download di sini

#Essay Pentingnya Penerapan Unsur Pembelajaran Kearifan Lokal Guna Menyongsong Kedigdayaan Generasi Emas 2045

"essay ini di tulis oleh Shandy Kembara Patria Dewata dan Intan Jauharul Maknum.yang pernah diikut lombakan  di UNS (Universitas Negri Sebelas Maret)"

Negara Indonesia dikategorikan sebagai negara berkembang oleh The World Bank. Hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki berbagai masalah yang lebih banyak ketimbang negara-negara maju, salah satunya adalah masalah kependudukan. Didalamnya terdapat enam masalah kompleks, antara lain laju pertumbuhan dan jumlah penduduk relatif tinggi, persebaran penduduk tidak merata, tingginya angka beban tanggungan, kualitas penduduk relatif rendah, angka kemiskinan dan pengangguran relatif tinggi, serta rendahnya pendapatan per-kapita. Di dalam Negara Berkembang seperti Indonesia ada beberapa faktor yang sangat dibutuhkan agar dapat menjadi Negara Maju. 

(untuk baca selengkapnya bisa download essay nya dalam bentuk pdf)